Scroll Untuk Baca Artikel
iklan
Artikel

7 Point Tuntutan Tak Direspon, Romeo: Aksi Presidium MBB Bukan Gertak Sambal

16
×

7 Point Tuntutan Tak Direspon, Romeo: Aksi Presidium MBB Bukan Gertak Sambal

Sebarkan artikel ini

SERANG – Menunggu keseriusan atau jawaban Manajemen PT Nikomas Gemilang, dalam hal ini Mgr Humas, Mgr HRD dan Ketua Serikat Kawasan Industri PT Nikomas, atas tujuh poin tuntutan dari MBB kepada Manajemen PT Nikomas, yang disampaikan didepan Posko MBB Sertim , disaksikan masa aksi yang bersiap long marc dari Posko MBB menuju gerbang utama jalur A PT Nikomas Gemilang, pada Kamis 22 Februari 2024 yang lalu.

Ketua Presidium Masyarakat Banten Bersatu MBB Rohmatullah (Romeo) menegaskan, bahwa upaya damai yang dilakukan manajemen PT Nikomas Gemilang dihadiri Kasat Intel Polres Serang AKP Tatang, dengan kawalan sejumlah Polisi didepan Posko MBB namun demikian sama sekali tidak membuahkan hasil.

Advertisement
iklan
Scrol kebawah untuk melihat konten

“Kami dan para peserta aksi hanya mendengarkan keterangan bantahan dari Humas PT Nikomas, bahkan keterangan itu diulang ulang. Pun sama yang disampaikan saat audiensi di Polres Serang. Informasi yang kami terima sangat valid, walaupun manajemen dan yang terkait membatah beribu ribu kali, kami tetap tidak percaya. Yang kami butuhkan adalah langkah nyata manajemen dalam mengatasi pungli calo tenaga kerja,” beber Romeo, Jum’at 1 Maret 2024.

Masih menurut Romeo, aksi damai yang akan dilakukan Senin 4 Maret 2024 mendatang selain menyampaikan aspirasi dan audiensi, juga kemudian supaya Owner PT Nikomas Gemilang mengetahui situasi tempat usahanya.

“Kami didukung banyak media, dari media elektronik (tv) , madia online , dan media cetak, tidak menutup kemungkinan kami berkordinasi dengan media asing,” imbuhnya.

Yang MBB suarakan tentang pungli Rekruitment tenaga kerja di PT Nikomas, bukan isapan jempol. Banyak korban yang menjadi narasumber menjelaskan adanya pungli Rekruitment di PT Nikomas Gemilang,

Seorang karyawan PT Nikomas mengisahkan apa yang dia hadapi ketika melamar kembali usai diberhentikan. Karyawan yang enggan disebut namanya mengatakan, dulu waktu melamar pertama membayar sejumlah uang, hingga dia di berhentikan karena efisiensi.

“Setelah saya melamar lagi, saya mendapat jaminan masuk tetapi harus membayar uang senilai Rp 16.000.000 ( enambelas juta Rupiah),” katanya.

Kembali menurut Romeo, praktik percaloan di PT Nikomas Gemilang sudah sangat rapih, sistimatis sehingga agak sulit untuk dilakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan).

“Dari hulu sampai hilir sudah diproteksi dengan berbagai sistem, sehingga sulit untuk tangkap tangan, tetapi kami yakin, tidak ada kejahatan yang sempurna, kami Presidium Masyarakat Banten Bersatu MBB akan melawan, bukan orangnya tetapi kejahatannya,” tegas Romeo. (Jaka)