Scroll Untuk Baca Artikel
iklan
Artikel

Dianggap Sebar Fitnah, Camat Cisoka: Saya Tidak Ada Maksud Memfitnah, Itu Hak Jawab Sesuai Fakta

194
×

Dianggap Sebar Fitnah, Camat Cisoka: Saya Tidak Ada Maksud Memfitnah, Itu Hak Jawab Sesuai Fakta

Sebarkan artikel ini

TANGERANG, ceklisdua.com – Ramai diberitakan beberapa portal berita online dengan judul Tidak Terima Dikritisi, Camat Cisoka Diduga Sebar Fitnah Pada Penggiat Kontrol Sosial dibantah keras camat cisoka.

Kepada ceklisdua.com Camat Cisoka Sumartono menyampaikan, Dirinya tidak melakukan fitnah dan apa yang disampaikan bagian dari fakta.

Advertisement
iklan
Scrol kebawah untuk melihat konten

“Terkait adanya statment saya memfitnah saudara FRJ, saya tidak ada maksud memfitnah, saya hanya memberikan hak jawab saya kepada rekan-rekan sesuai dengan fakta,” katanya. Senin, 11 Maret 2024.

“Bahwa FRJ sendiri yang mengirim chat whatsapp kepada saya, menginformasikan kepada saya, bahwa Ia akan mengambil uang dengan jumlah sekian kepada salah satu pemborong dan mohon direkomendasikan,” sambunganya.

Lanjut Sumartono, Pada saat itu saya tidak menjawab tapi saya konfirmasi terlebih dahulu.

“Ternyata benar FRJ sudah mengambil uang, ada chat whatsappnya di saya dan saya masih simpan. Jadi saya tidak fitnah tapi sesuai dengan fakta chat whatsapp yang ada,” ungkapnya.

Dilansir dari suarageram.co Pengusaha asal Kresek berinisial HBS mengaku menyerahkan uang senilai 5 juta rupiah kepada salah seorang aktivis sosial kontrol dengan menjanjikan kegiatan penunjukan langsung (PL) Kecamatan.

HBS mengaku bahwa FRJ datang menemuinya dan meminta uang dengan imbalan kegiatan penunjukan langsung (PL) Kecamatan. Namun setelah FRJ menerima uang senilai 5 juta rupiah itu, PL yang dijanjikan oleh FRJ hingga kini belum ada kabarnya.

“Iya benar FRJ datang menemui saya meminta kasbon uang, kata saya jangan banyak banyak, akhirnya saya menyerahkan uang senilai 5 juta rupiah, dia menjanjikan PL Kecamatan, namun hingga kini PL itu belum saya terima,” ungkap HBS saat dikonfirmasi melalui telepon pada Sabtu (9/3/2024).

Lebih lanjut HBS menjelaskan, saat berada di rumah, FRJ sempat berfoto selfie dengan nya dan foto tersebut rupanya di kirim ke Camat Cisoka.

“Mengamati persoalan ini, saya juga heran dan bingung, ada apa FRJ dengan Camat Cisoka,” tanya HBS.

Berdasarkan chating WhatsApp yang kini beredar luas, diketahui FRJ mengirim pesan WhatsApp kepada Camat Cisoka, berikut isi chatingannya.

“Assalamualaikum punten pak Camat, mohon kerjasamanya, tolong sampaikan salam Fahrur Rozi (Ozi Ompong) pada H Bustomi, kami dari DPD PENJARA PN Banten butuh biaya untuk perpanjang SK sebesar Rp 5 juta, mohon direkom agar saya bisa ambil dari pak H Bustomi besok. Terimakasih sebelumnya.

Chating WhatsApp berikutnya, saya sudah ambil dari pak H Bustomi Rp 5 juta, hatur nuhun pak Camat atas kebijaksanaannya. Lanjut balasan chating WhatsApp tersebut berisi, “Saya tidak memerintahkan, wadaouuu, keterlaluan,”.

Sebelumnya ramai diberitakan beberapa portal berita online Kinerjanya di kritisi, Sumartono selaku Camat Cisoka Kabupaten Tangerang Banten diduga sebar fitnah pada penggiat kontrol sosial dengan tuduhan telah mengambil nominal atas nama Camat pada HBS (Minggu, 10 Maret 2024).

Dugaan fitnah yang disebarkan Sumartono melalui  media online dengan menuduh bahwa Fahrur Rozi selaku Kepala Divisi Kajian dan Analisa DPD LSM PENJARA PN Banten telah mengambil sejumlah nominal pada HBS dengan modus mengatas namakan Camat Cisoka yang seolah olah atas perintah Camat Cisoka atau Tega Jual Nama Camat Sumortono.

Menanggapi dugaan fitnah terhadap dirinya, Fahrur Rozi secara lugas mengatakan bahwa hal yang diutarakan Camat Cisoka (Sumartono) adalah fitnah yang sangat keji diduga untuk mengalihkan isu gratifikasi.

“Fitnah yang sangat keji, itu tidak benar, saya tidak pernah mengatas namakan Camat Cisoka untuk mengambil nominal pada HBS, dan silahkan rekan rekan tanyakan langsung pada HBS, saya punya saksi hidup saat bertemu HBS dan kala bertemu HBS saya juga sedang memiliki uang yang tidak sedikit, pekan depan insyaAllh saya sudah ada di Banten” Ucapnya melalui WhatsApp.

Lebih lanjut Fahrur Rozi mengutarakan “Terlalu munafik jika Sumartono menghilangkan jasa baik Pak H. Bustomi, sudah sangat banyak Pak H. Bustomi membantu keperluan Sumartono, kok masih juga tidak diakui, kalau dia mengatakan tidak sepeserpun menerima, saya berani katakan Sumartono sudah melakukan pembohongan publik,” tuturnya.

“Sekali lagi silahkan tanyakan langsung pada HBS, apakah saya ada mengatas namakan Sumartono guna mendapat nominal dari H Bustomi?  nanti setibanya di. Banten saya siap berhadapan langsung, silahkan hadapkan pada saya, saya pertegaskan bahwa saya tidak pernah mengatas namakan perintah Camat Cisoka untuk mengambil nominal pada HBS, pejabat publik kok menyebar fitnah keji seperti ini, Sumartono sebagai Camat seharusnya dapat menjaga ucapan yang bersifat asumsi karena dapat menimbulkan fitnah yang mencelakai orang lain, Sumartono bisa saja membohongi orang lain, tapi tidak mungkin dia dapat membohongi Tuhan dan hati kecil nya sendiri, ya akan saya tuntut tanggung jawabnya” tambahnya.

Fahrur Rozi juga memberikan screen shoot hasil komunikasi dirinya dengan Camat Cisoka, dalam screen shoot tersebut Fahrur Rozi mengutarakan keberatannya karena diduga telah merasa difitnah, namun dalam screen shoot tersebut Camat belum merespon atau menjawab. (Al/Red).