Scroll Untuk Baca Artikel
iklan
Artikel

Gara – gara Mahal, Warteg Ini Pakai Beras Bulog Tapi Diprotes Pembeli

59
×

Gara – gara Mahal, Warteg Ini Pakai Beras Bulog Tapi Diprotes Pembeli

Sebarkan artikel ini

KAB.TANGERANG, ceklisdua.com – Selama bulan Ramadhan dan masih tingginya harga beras di pasaran, Nurhayati sang pemilik warteg di Kecamatan Kresek mengaku sempat memakai beras Perum Bulog.

Kepada Awak Media dirinya menjelaskan, “Ini gara – gara harga beras yang biasa dia gunakan untuk warung makannya sangat mahal. “Pernah (red. pakai beras Perum Bulog), kemarin lagi beras mahal, coba sekali. Nah, harganya murah. Di sana (harga beras yang biasa dibeli) Rp 750.000, di Pasar Ceplak – Sukamulya Rp 700.000 yang 50 kilogram. Saya coba kan sekali,” katanya (20/03/2024)

Advertisement
iklan
Scrol kebawah untuk melihat konten

Namun, Nurhayati mengaku malah mendapat protes dari para pembeli atas keputusannya memakai beras Perum Bulog. Katanya, para pembeli tidak selera memakan nasi dari beras Perum Bulog

“Nah, yang makan pada protes. Katanya rasanya kurang. Kalau Bulog kan warnanya enggak terlalu putih. Kalau kita beli yang bagus, jadinya putih. Kalau bulog nanti warnanya jadi kayak kuning. Enggak terlalu putih,” ungkap Nurhayati

“Alhasil, Nurhayati terpaksa kembali menggunakan beras yang biasa digunakan untuk warung makannya. Namun, mau tak mau dia harus mengurangi porsi nasi ketimbang menaikkan harga,” jelasnya

“Ya paling dikurangi sedikitlah. Kita mainnya kurangi. Soalnya, kalau naikkan harga, pembeli pada kabur. Makanya dikurangi, kayak nasi dikurangi sedikit,” ujarnya

Terlepas dari itu, Nurhayati juga mengungkapkan bahwa harga beras saat ini masih bervariatif alias ada yang sudah mulai harganya turun ada yang belum,” ucapnya

Hal tersebut Nurhayati rasakan sejak 1 bulan terakhir. Dalam periode waktu tersebut, dia sudah membeli beras sebanyak 6 kali untuk kebutuhan warung makannya.

“Alhamdulillah sih, harga beras sudah mulai turun, tapi masih mahal, sudah 6 kali ini. Saya belinya itu saya lima hari sekali,.Terakhir ini, dari harga Rp 750.000 untuk satu karung seberat 48 Kilogram, sekarang sudah Rp 715.000,” ucap Nurhayati

Untuk warung saya biasa membeli beras Merek Batik atau Ramos di salah satu agen yang berada di pasar Ceplak – Sukamulya.

“Jujur, Saya Aslinya Mah Puyeng, Susah Putar Pemasukan, Sebelum ada kenaikan harga beras, itu biasanya ada di harga Rp 630.000,” pungkas Nurhayati

 

(Ariyanto)