Scroll Untuk Baca Artikel
iklan
ArtikelPeristiwa

Tukang Ojol Bobol Kontrakan Karyawati Nikomas Gemilang di Tangkap Warga Sekitar 

49
×

Tukang Ojol Bobol Kontrakan Karyawati Nikomas Gemilang di Tangkap Warga Sekitar 

Sebarkan artikel ini

KAB.SERANG, ceklisdua.com -Warga Kampung Citawa, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, menangkap seorang tukang ojek online (ojol) yang kedapatan membobol rumah kontrakan.

Beruntung bagi tukang ojol berinisial AF (32) itu, warga tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan memilih untuk menyerahkannya ke pihak kepolisian setempat

Advertisement
iklan
Scrol kebawah untuk melihat konten

Dalam keterangannya Kapolsek Cikande, Kompol Andri Surya Kurniawan, menjelaskan peristiwa pencurian terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika itu, penghuni kontrakan bernama Desi (29) sedang berada di luar.

“Kejadiannya siang hari dan Modus operandinya, si pelaku merusak gerendel pintu rumah kontrakan yang ada di lantai dua menggunakan obeng dan mengambil uang yang ada di atas televisi,” ungkap Andri, (15/03/2024)

Andri juga mengatakan, pelaku diamankan warga setelah kepergok keluar dari kontrakan korban. Warga yang tak mengenali pelaku yang keluar dari rumah korban lantas menginterogasinya.

“Pelaku sempat berkelit namun akhirnya mengakui setelah warga melihat gerendel pintu rumah kontrakan korban dalam keadaan rusak,” ujarnya didampingi Panit Reskrim, Ipda Dadang Hamdani.

Warga yang tak percaya dengan ucapan pelaku lantas melakukan penggeledahan. Dari hasil penggeledahan tersebut ditemukan uang tunai sebesar Rp 700 ribu dari dalam tas kecil yang diakui pelaku diambil dari kontrakan karyawati PT Nikomas Gemilang tersebut.

“Setelah diamankan, warga selanjutnya menyerahkan pelaku dan barang bukti tersebut kepada petugas yang datang,” ungkapnya.

Andri menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang diketahui sebagai warga Tangerang ini mengaku terpaksa mencuri karena ingin mendapatkan uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Pelaku juga memang sudah merencanakan dan memantau keadaan rumah yang akan menjadi sasaran. Setelah mengetahui korban berangkat bekerja dan situasi sepi, pelaku mulai melakukan aksinya,” tutur perwira menengah Polri ini mengakhiri

 

(Ariyanto)